Perbandingan Kondisi Pendidikan Indonesia Dengan Finlandia

Melihat kondisi pendidikan diindonesia saat ini, sangatlah diluar dari harapan. Mengingat, pendidikan adalah bagian dari kehidupan kita yang sangat penting karena dengan pendidikan yang berkualitas akan membawa perubahan besar dalam pola hidup seseorang. Namun dilihat dari kinerja lapang saat ini masih banyak pola belajar yang harus dibenahi.

Apa Yang Beda Pendidikan di Indonesia dengan Finlandia?

1. Ujian dan Evaluasi Siswa

Bandingkan saja dengan konsep belajar di finlandia yang memiliki kualitas pendidikan terbaik didunia, yang pertama di finlandia siswa tidak dibebani dengan adanya ujian atau evaluasi setelah ia menempuh pendidikan dibangku sekolah, misalkan SD, SMP dan SMA. Dan siswa hanya mengikuti ujian untuk  mengetahui kualifikasi atau minat dan bakat siswa di perguruan tinggi itupun hanya dilakukan ketika ia berumur 18 tahun. Berbeda dengan di indonesia ketika siswa hendak lulus dalam satuan pendidikan, siswa akan dihadapkan dengan ujian nasional atau yang sering kita sebut UN.

Ujian nasional ini merupakan evaluasi dan standar ukur kelulusan bagi siswa yang akan melanjutkan ke jenjang berikutnya, yang menurut saya masih banyak kekurangan dalam pelaksanaanya. Karena terlalu banyak ujian membuat siswa itu hanya untuk semata lulus dari ujian, dan lebih parahnya lagi UN membuat siswa banyak yang menyimpang dari pemanfaatan UN itu sendiri, contohnya menyontek yang berarti curang dan menipu.

2. Suasana Belajar

Yang kedua suasana belajar. Di finlandia suasana belajar sangatlah santai dan flexibel. Tidak terlalu banyak komando, karena itu hanya membuat siswa merasa tertekan dan membuat suasana belajar tidak menyenangkan. Sedangkan di indonesia masih banyak guru yang cara mengajarnya keluar dari hakekat nya sendiri sebagai guru. Ketika belajar siswa dimintai agar tetap tenang, duduk manis, dan tangan ditaruh diatas meja, lalu guru itu menjelaskan pelajaran yang akan diajarkannya tanpa memikirkan murid itu memahami atau tidak dengan apa yang disampaikannya. Dan terkadang si murid enggan bertanya kepada guru karena mungkin takut, malu ataupun bingung apa yang harus ditanyakan. Suasana belajar seperti itulah yang membuat murid atau siswa tertekan dan tidak bebas, yang ada hanya ingin cepat-cepat pulang. Bisa dibilang guru tersebut hanya mentransfer pengetahuan yang ia miliki tanpa mendidik sikap anak. Dan ada pula guru hanya dijadikan pekerjaan biasa, bukan keinginan dari hati untuk mencerdaskan bangsa, mereka hanya menjual pengetahuan yang ia miliki saja.

3. Tidak Mendiskriminasi Murid Yang Pintar Dan Lamban

Selanjutnya, di indonesia selalu memprioritaskan atau memfokuskan diri terhadap si rangking atau yang berprestasi dikelasnya. Dan yang lambat dibiarkan begitu saja. Sangat berbeda dengan finlandia yang memang memiliki pendidikan terbaik ini, disana tidak adanya sistem rangking karena itu hanya akan membuat diskriminasi saja. Dan adapun sistem remedial tidaklah dianggap sebuah kegagalan, tetapi sebagai kesempatan untuk memperbaiki.

Lalu, yang harus dibenahi pula. Seharusnya guru tidak mengkritik terhadap pekerjaan siswa. Seperti mengatakan “Kamu salah”, “Bodoh”. Bahkan ada pula yang melakukan kekerasan apabila siswa salah dalam mengerjakan soal maupun tugas. Contohnya memukulnya dengan gagang kemoceng didepan teman-temannya. Semua itu hanya akan membuat siswa malu dan akan membahayakan mental dan yang pasti menghambat mereka dalam belajar.

Jika kita melihat kondisi pedidikan indonesia saat ini, tidak akan cukup walau dituliskan dalam 1000 katapun. Karena masih banyak yang memang perlu dibetulkan. Seperti contoh prasarana, anggaran biaya dan lain sebagainya. Yang saya harapkan indonesia harus terus mengedapkan sektor pendidikan yang berkualitas. Karena generasi mudalah yang akan melanjutkan kader sebagai pemimpin bangsa. Dengan pendidikan yang berkualitas diharapkan mampu membuat indonesia menjadi negara yang maju bukan hanya negara berkembang.

4 thoughts on “Perbandingan Kondisi Pendidikan Indonesia Dengan Finlandia

  1. jika di bandingkan dengan negara luar memang ketinggalan, apalagi di negara lain suasana belajarnya santai dan tidak membully temannya dengan perkataan si pintar dan si bodoh. Berilah kesempatan pada putra/i indonesia untuk bersekolah apalagi jika berasal dari keluarga yang kurang mampu.

  2. Di negara kita memang masih kurang dalam hal pendidikan, selain kurangnya fasilitas sekolah misalnya kelas yang tak layak pakai, di Indonesia juga tidak sedikit sekolah yang masih kekurangan guru dalam memberikan ilmu pelajaran, selain itu ada banyak siswa-siswi berprestasi yang harus terputus sekolah karena ketidakmampuan dalam hal biaya, padahal sekolah hingga min 9 tahun atau 12 tahun sangatlah penting.

  3. Indonesia dalam bidang pendidikan perlu banyak di benahi.
    Pada kasus yang saat ini sedang hangat di perbincangkan ialah beberapa murid sekolah dasar di daerah terpencil, yang meminta di beri bantuan berupa tas, buku pelajaran, seragam, dsb. Untuk menunjang mereka belajar di sekolah.
    Dan permintaan ini langsung mendapat respon positif dari presiden kita.
    Senang sekali karena permintaan ini lgsg di jalani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.