Gagal snmptn, dan sbmptn tidak menyurutkan semangat saya untuk masuk perguruan tinggi negeri. Karena ketika masih duduk dibangku SMK kelas 3 saat itu, tujuan utama saya ketika lulus sekolah adalah berkuliah. Memang sebelumnya saya tidak ada niatan untuk masuk perguruan tinggi, karena kurangnya informasi-informasi mengenai kuliah apalagi perguruan tinggi. Maka dari itu ketika lulus SMP saya memilih untuk melanjutkan ke SMK atau sekolah menengah kejuruan karena didesain untuk lulusannya mampu bekerja.

Saya ingat sekali waktu kelas 2 SMK semester 2, ketika saya sedang prakerin disalah satu perusahaan baja dikarawang. Saya banyak bertanya kepada karyawan yang ada di office tersebut, karena waktu itu saya ditempatkan di office departement QC sebagai Data Entry. “Mbak, bagaimana sih ceritanya bisa sampai disini (kerja dioffice)? Harus kuliah ya?” kata saya. Disitu banyak percakapan-percakapan yang membuat saya termotivasi. Hingga sesampainya dirumah, saya bicara kepada orang tua saya bahwa saya ingin kuliah jika lulus sekolah nanti. Namun orang tua saya tidak mengijinkan karena biaya.

Hari-hari terus berlalu, sampai dipenghujung bulan desember saya mencari informasi mengenai dunia kuliah. Mulai dari apa saja perguruan tinggi negeri diindonesia, jalur masuk, biaya kuliah, beasiswa dan lain-lain. Waktu itu saya baru mengetahui bahwa biaya kuliah di PTN itu lebih murah daripada PTS karena menggunakan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan ada beasiswa bidikmisi bagi yang tak mampu. Lalu saat itu saya jadikan alasan kepada orang tua supaya mereka mengijinkan saya berkuliah. Banyak prokontra dengan semua itu, terkadang setuju terkadang tidak. Karena ada masukan-masukan jelek tentang kuliah waktu itu kepada orang tua saya, tetapi saya coba untuk meyakinkan supaya mereka menyetujuinya.

Gagal SNMPTN 2015

Bulan Januari – Februari adalah masa dimana pengisian PDSS waktu itu. Banyak informasi-informasi mengenai perguruan tinggi yang masuk ke sekolah saya terutama dari kakak kelas yang masuk ke perguruan tinggi negeri. Semakin bertambahnya informasi membuat saya semakin semangat untuk masuk ke perguruan tinggi. Saya selalu bulak-balik ke ruang BK waktu itu untuk menanyakan pendaftaran snmptn. Baik itu pengisian PDSS maupun pendaftaran untuk Bidikmisi. Dan ketika semua itu sudah terselesaikan secara administratif saya diijinkan untuk mendaftar diweb snmptn.

Ingat sekali pada waktu itu saya jadikan Universitas Padjadjaran sebagai universitas utama yang saya daftarkan diweb snmptn. Pilihan 1 Manajemen Komunikasi dan Pilihan 2 Ilmu Informasi dan Perpustakaan.

Pengumuman SNMPTN 2015

Setelah pendaftaran ditutup, waktu tunggu pengumuman SNMPTN cukup membuat  penasaran. Sekiranya ada 1 bulan kita menunggu akan pengumuman SNMPTN. Hingga pada saatnya pengumuman SNMPTN itu tiba, dengan rasa deg-degan yang campur aduk saya coba buka web pengumuman. Dan akhirnya saya dinyatakan “TIDAK DITERIMA”. Sakit memang karena saya sangat mengharapkannya. Waktu itu saya langsung bicara kepada ibu saya bahwa saya tidak diterima dan ibupun menasehati saya bahwa itu bukan rezeki kamu, sudahlah jangan bersedih.

Gagal SBMPTN 2015

Tak mau terpuruk dari kesedihan, saya beralih ke jalur kedua masuk perguruan tinggi negeri. Karena dari SMK, saat itu saya tidak tahu apa-apa tentang materi sbmptn. Seperti sebelumnya saya mencari materi-materi ataupun buku-buku materi sbmptn diinternet. Ketemulah saya diweb wangsit education, disana ada buku mengenai pembahasan dan soal-soal materi sbmptn yang cukup lengkap. Dan akhirnya saya membeli buku wangsit paket Soshum karena saya berniat untuk memilih program studi rumpun soshum.

3 minggu sebelum hari H pelaksanaan SBMPTN, saya lakukan untuk membaca dan memahami materi, sampai contoh soal saya kerjakan. Sampai lupa waktu, lupa makan, kepala pusing. Semua itu saya lakukan karena keseriusan saya untuk bisa diterima di perguruan tinggi negri.

Disaat pembukaan pendaftaran SBMPTN, saya tidak langsung mendaftar waktu itu karena masih bingung universitas dan program studi apa yang akan saya ambil. Tepat 3 hari sebelum penutupan saya mencoba daftar, Pilihan 1 saya masukan Universitas Indonesia – Ilmu Perpustakaan, Pilihan 2 Universitas Pendidikan Indonesia – Ilmu Komunikasi dan Pilihan 3 Universitas Padjadjaran – Ilmu Informasi dan Perpustakaan. Saya memilih ilmu perpustakaan karena saya pikir saya bisa mengelola arsip dengan baik, saya juga menyukai pembelajaran web database yang dipelajari di program studi tersebut.

Tes SBMPTN 2015

Setelah belajar habis-habisan dalam waktu 3 minggu, pelaksanaan tes SBMPTN pun dilaksanan. Waktu itu tepat pada hari selasa 9 Juni 2015. Ketika mengisi soal, sebelum dikerjakan saya tak lupa untuk membaca doa. Dengan rasa gugup dan gemeteran membuka soal saya coba sembari tenangkan diri. Mulai dari soal TPA saya kerjakan lalu matematika, bahasa indonesia dan bahasa inggris. Untuk TPA saya lumayan banyak menjawab soal, karena TPA hanya tes penalaran saja. Bahasa Indonesia saya kerjakan 11 soal waktu itu, Matematika saya hanya bisa menjawab 1 soal dan itupun salah. Bahasa inggris saya tidak mengerti akan soal cerita yang begitu banyak, saya hanya mampu menjawab 2 soal saja dari 15 soal yang ada.

Setelah tes materi TKPA selesai, peserta diberi waktu 30 menit untuk istirahat dan dilanjut tes TKDU Soshum. Nah di tes TKDU soshum ini saya sangat merasa dirugikan, karena kotak untuk membulatkan nomor peserta itu salah cetak. Yang harusnya nomor dibulatannya itu nomor 5 tapi di lembar LJK nya adalah nomor 4. Saya kira ini hanya dilembar LJK saya saja tetapi dalam satu ruangan ternyata salah. Panitia hanya memerintahkan supaya kolom dinomor peserta dinomor akhirnya (yang salah cetak) itu dikosongkan. tapi dalam pikiran saya, kalo di kosongkan berarti sama saja kesalahan dalam membulatkan. Dan saya nekat untuk memberikan nomor 5 dibawah tulisan angka 4 di LJK yang salah tadi, dan membulatkannya.

Ketika tes soshum, semua soal yang keluar itu benar-benar diluar pelajaran saya ketika SMK. Tetapi untungnya saya membeli buku wangsit yang sedikit membuka pengetahuan saya untuk menjawab soal sbmptn itu. Namun tak banyak saya isi, kalau tidak salah sejarah hanya saya isi 4 jawaban, geografi 4, sosiologi 6, dan ekonomi 4. Memang sangat kurang nilai yang akan saya dapatkan untuk masuk universitas yang saya daftarkan.

Pengumuman SBMPTN 2015

Waktu tunggu pengumuman sbmptn sama dengan pengumuman snmptn yaitu sekitar 1 bulanan. Waktu itu bertepatan dengan bulan puasa. Tiap hari saya hanya memikirkan sbmptn, sbmptn dan sbmptn. Alhasil ibadah puasa yang dikerjakan pun tidak terlalu saya nikmati keindahannya. Dan tepat tanggal 19 Juli 2015, pengumuman sbmptn waktu itu dibuka hari kamis pukul 17.00. Tetapi saya tidak langsung membukanya, karena takut melihat hasilnya. Rasa cemaspun terus menghantui, akhirnya saya coba buka pengumuman sbmptn setelah berbuka puasa, dan Alhamdulillah hasilnya nihil 🙂 kata pertama yang keluar diweb pada waktu itu adalah “MAAF”. Anda dinyatakan TIDAK DITERIMA pada seleksi SBMPTN 2015.

Lagi-lagi gagal, dan memang tahun 2015 ini bukan rezeki saya masuk PTN. Sedih memang sudah niat dari jauh-jauh hari tapi tak sesuai dengan rencana. Apalah daya seorang manusia, bahwa takdir Allah itu ada. Akan tetapi satu hal yang saya ingat, sebelum mengikuti sbmptn ini saya sudah berkomitmen pada diri saya bahwa “Jika saya belum diterima tahun ini, saya akan bekerja terlebih dahulu selama 1tahun dan akan mencoba nya kembali tahun depan (2016)”. Saya hanya bisa mengambil hikmahnya saja dari pengalaman ini, bahwa kurangnya dari persiapan materi yang kuasai pada saat itu dan yang pasti adalah ridhonya Allah SWT dan orangtua.

Pengumuman SBMPTN sudah berlalu dan saya menyibukan diri mencari pekerjaan. Setelah melamar pekerjaan kesana-kesini, tepat tanggal 30 Agustus saya diterima di PT. Samsung Elektronics Indonesia sebagai Manufacturing Engineering. Hari hari saya lalui disana, berjuta pengalaman saya dapatkan disana. Tapi tujuan saya bukan dari itu, ada hal yang harus saya capai ditahun 2016. Pada akhir desember saya mulai kembali belajar SBMPTN untuk persiapan tahun depan, susah memang belajar disela-sela bekerja. kadang lelah, belajar pun terbengkalai.

Untuk cerita pengalaman ditolak PTN tahun lalu, saya cukup disini. Akan saya bahas perjuangan saya lainnya diartikel selanjutnya. 

Published by admin

Mahasiswa Teknologi Pendidikan 2016 Universitas Negeri Jakarta

Join the Conversation

4 Comments

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.