Cerita Pengalaman Liburan Ke YOGYAKARTA!

Cerita pengalaman liburan ke YOGYA! ya sesuai dengan judul artikel kali ini saya akan menceritakan bagaimana liburan saya kemarin di yogya. Mungkin bagi kalian yang akan berpergian untuk menghabiskan waktu luang anda, mungkin anda bisa menjadikannya sebuah referensi untuk pergi liburan ke yogyakarta.

YOGYAKARTA! Daerah Istimewa

Sekarang siapa sih yang tidak tahu yogyakarta, kota yang dikenal sebagai daerah istimewa. Berbagai cerita menarik dapat anda dapatkan ketika anda menginjak kota ini. Sebelum memilih yogya sebagai destinasi liburan tentunya saya berunding terlebih dahulu kota mana yang akan kami tuju, dan terpilihlah yogya sebagai tempat liburan kami saat lebaran kemarin.

Saya pergi ke yogya bersama ke 3 teman saya, tentunya semua ini harus penuh dengan perencanaan. Mulai dari transport berangkat, penginapan, transport pulang dan pastinya destinasi mana aja yang akan kami kunjungi. Liburan kali ini memang sudah kami rencanakan jauh-jauh hari sebelum keberangkatan atau sebelum lebaran, karena mengingat tiket lebaran sudah habis dipesan oleh orang-orang yang hendak mudik. Liburan di yogya ini kami habiskan selama 3 hari 2 malam.

Kami berangkat ke yogya pada hari kamis (H+4 lebaran) menggunakan kereta yang telah kami pesan online, kami berangkat dari stasiun pasar senen jakarta pukul 21.45 dan sampai di yogya pukul 06.00. Perjalanan yang sangat membosankan menurut kami, karena cuma hanya bisa tidur dengan posisi duduk yang membuat kami sangat pegal. Mau lihat ke luar kaca kereta pun percuma karena keadaan malam hari yang gelap.

Kami waktu itu turun di stasiun tugu yogyakarta karena yang paling dekat dengan jalan malioboro. Setelah itu kami langsung mencari untuk sarapan pagi, berjalanlah kami dari stasiun ke jalan malioboro. Senang campur aduk ketika sudah sampai yogya bisa bertemu dengan plang bertuliskan “Jalan Malioboro”. Wah ini toh jalan yang sangat terkenal di yogya itu. Tadinya kami hendak berfoto dijalan tersebut, tetapi karena mengantri dan perut kami sangat lapar kami langsung pergi menyusuri jalan malioboro. Dan sampailah kami disalah satu angkrinan, waktu itu saya membeli nasi 2 bungkus campur satu usus tahu gorengan, dan minum dengan air susu hangat. Setelah selesai makan saya sedikit kaget ternyata harga total saya makan cuma Rp. 14,000 saja. Ini lumayan murah dibanding dengan jakarta.

Destinasi 1: Candi Prambanan

Setelah kami sarapan pagi, tujuan pertama kami memang langsung ke candi prambanan. Kenapa kami tidak langsung pergi ke losmen karena waktu check-innya hanya bisa pukul 12.00. Lanjut, dari jalan malioboro menuju candi prambanan kami menggunakan busway tranyogya nomor A1 tujuan candi prambanan, biayanya cuma Rp. 3,500 saja (sama saja seperti transjakarta, cuma halte nya masih bersamaan dengan bus umum lainnya).

Dari jalan malioboro menuju candi prambanan perjalanannya sekitar 1 jaman karena jalanan lumayan ramai dan macet. Lalu sampailah kami di candi prambanan, dan kami membeli tiket dengan paket candi prambanan dan ratu boko dengan harga 75.000. Masuklah kami di candi prambanan, sangat ramai tapi terbayarkan dengan keindahannya.

Ketika berada di candi prambanan jogjakarta

Ketika berada di Candi Prambanan Yogyakarta

Destinasi 2: Candi Ratu Boko

Setelah kami berkeliling di candi prambanan, selanjutnya kami pergi ke candi ratu boko. Karena kami membeli tiket dengan paket prambanan ratu boko, kami disediakan mobil travel untuk pergi ke candi ratu boko karena jaraknya lumayan jauh dari candi prambanan.

Dicandi ratu boko kita bisa melihat ketinggian disekitar candi, karena areanya yang diatas bukit membuat keindahan tersendiri bagi yang datang ke candi ini terutama jika datang pada sore hari dan menjelang sunset pasti keindahannya meningkat.

Candi Ratu Boko Jogjakarta

Candi Ratu Boko Yogyakarta

Tak terasa waktu pun semakin siang, badanpun mulai lelah dan ngantuk karena belum tidur. Sekitar jam 2an kami putuskan untuk pulang ke losmen. Dari candi ratu boko, kami kembali naik bus travel ke tempat semula yaitu candi prambanan setelah itu kami menuju ke pintu keluar. Dan diluar area candi prambanan ini banyak sekali yang menjual oleh-oleh, kami pun mampir sebentar untuk melihat-melihat awalnya. Akan tetapi karena harganya murah meriah, kami tergiur untuk membeli oleh-oleh seperti gantungan (harga 1000an), celana batik, kaos yogya dan makanan khas yogya seperti bakpia hehehe.

Karena tak kenal waktu, jam 3an kami baru bisa kembali pulang dengan tujuan losmen atau penginapan. Dari candi prambanan kami kembali menaiki transyogya menuju jalan malioboro karena penginapan kami berapa di jalan dagen dekat sekali dengan malioboro. Karena perjalanan macet, kami baru sampai di losmen sekitar jam setengah 6 sore. Setelah sampai, kami langsung beres-beres dan bersih-bersih badan. Karena belum istirahat sama sekali, kamipun putuskan untuk tidur terlebih dahulu dan pukul 8 malam kami lanjutkan untuk mencari makan malam dan pergi ke keraton yogyakarta.

Gudeg Bu Hj Rini dan Keraton Yogyakarta

Tepat jam 8 malam, kami keluar dari losmen dan berjalan kaki menyusuri jalan malioboro. Sangat ramai dan pastinya mengesankan. Disana banyak sekali mungkin backpaker lainnya dan para turis asing yang sedang berlibur di yogyakarta ini. Selain itu banyak juga para pejual baik itu makanan maupun pakaian. Dari jalan malioboro tidak terasa kami berjalan sampai ke keraton kidul yogyakarta. Karena perut kami kosong, maka tujuan kami yang pertama adalah mencari makan.

Karena makanan khas yogya adalah gudeg, kami mencoba untuk mencari pedagang yang menjual makanan gudeg. Setelah kami searching di instagram, ketemulah kami dengan gudeg bu hj rini. Dan untungnya letaknya tidak jauh dengan keraton yogya yaitu di jalan wijilan. Dijalan wijilan ini banyak sekali yang menjual gudeg, karena memang jalan ini adalah khusus yang menjual makanan khas yogya yaitu gudeg. Gudeg Bu Hj rini ini selain rasanya enak dan tidak terlalu manis harganya pun murah. Saya memesan 1 porsi gudeg dengan telor dan tempe itu seharga Rp. 13.000 saja ditambah es teh manis seharga 5 ribu.

Setelah kenyang, barulah kami pergi ke keraton yogyakarta yang sangat terkenal dengan pohon beringin kembar. Dan saya pun telah mencoba melewatinya. Di yogya memang banyak hal unik, tidak menyesal saya mengunjungi daerah istimewa ini. Kota ini benar-benar istimewa menurut saya.

Ketika berada di keraton jogjakarta

Ketika berada di keraton yogyakarta

Setelah puas berkeliling dan waktu sudah menujukkan pukul 11, kami pun kembali pulang ke penginapan. Selanjutnya beristirahat untuk melanjutkan perjalanan destinasi selanjutnya di esok hari. Dan untuk cerita selanjutnya akan saya post di artikel berikutnya. Bakal ada cerita seru lainnya. Tunggu updatean selanjutnya ya.

3 thoughts on “Cerita Pengalaman Liburan Ke YOGYAKARTA!

  1. Pingback: Cerita Pengalaman Liburan Ke Pulau Tidung Tanpa Agen Travel - Sunandarid

  2. Pingback: Cerita Pengalaman Liburan Backpackeran ke Kota Malang - Sunandarid

  3. Pingback: Pengalaman Liburan ke Semarang Murah 4 Hari 3 Malam - Sunandarid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.