Bali – Banyuwangi: Cerita Liburan Murah Menggunakan Kereta Api

Hallo semuanya!! rasanya sudah lama sekali saya tidak menulis di blog ini. Oke sesuai dengan judulnya kali ini saya akan menceritakan bagaimana pengalaman saya liburan/backpakeran/traveling ke Bali dan Banyuwangi selama 5 hari 6 malam via jalur darat atau menggunakan transportasi kereta api. Jadi bagian kalian yang ingin liburan murah ke Bali dan Banyuwangi, artikel ini akan sangat pas untuk kalian yang membaca.

Sebelum saya menceritakan ke tempat mana saja yang saya datangi, saya akan menceritakan dulu transportasi dan akomodasi yang saya gunakan. Jadi sebelum berpergian untuk liburan, tentunya kita harus menyiapkan segala persiapan kendaraan, penginapan dan sebagainya dari jauh-jauh hari ya. Ini wajib! Apalagi untuk kalian yang ingin liburan pada saat high seasion atau musim liburan. Hal ini agar kita ga kehabisan tiket, soalnya pada musim liburan biasanya tiket langsung ludes terjual.

Bali: The Jewel of Indonesia

Jakarta – Surabaya – Banyuwangi menggunakan Kereta Api!

Pertama, untuk pergi ke Bali menggunakan jalur darat kita harus membeli tiket kereta api yang menuju Banyuwangi Jawa Timur. Kereta api yang menuju Banyuwangi Jawa timur sendiri tidak ada yang langsung dari kota Jakarta, melainkan kita harus transit dulu di stasiun-stasiun yang ada di Jawa timur, bisa di Surabaya, Malang ataupun Yogjakarta. Nah, saya sendiri membeli tiket yang transit di Surabaya karena waktunya yang memang pas menurut saya, tidak menunggu waktu yang lama untuk transit.

Untuk pergi ke Surabaya sendiri, saya menggunakan kereta Jayakarta yang berangkat pada pukul 13.45 dan sampai di Surabaya Pasarturi pada pukul 02.30 Pagi kalo tidak salah. Harga tiket Jayakarta ini saya beli dengan harga 250.000. Selanjutnya saya transit ke stasiun Surabaya Gubeng menggunakan Grab Motor, karena untuk kereta tujuan Banyuwangi hanya tersedia di Surabaya Gubeng. Harga tiketnya kalau tidak salah 60.000.

Baca juga: Cerita Pengalaman Liburan Backpackeran ke Kota Malang

Menyebrangi Selat Bali Menggunakan Kapal Peri

Setelah transit dan sampai di Banyuwangi, kita harus menyebrangi selat Bali menggunakan Kapal Peri di pelabuhan ketapang. Pelabuhan ini sangat dekat sekali dengan pintu keluar Stasiun Banyuwangi Baru. Kamu tinggal jalan kaki sekitar 200 meter ke arah jalan raya, nanti belok kanan dan ketemulah statiusnya. Harga tiket peri ini murah, yaitu 3.500 saja. Oiya untuk membeli tiket kapal peri ini kita harus menyiapkan e-money karena pembelian tiket kapal peri tidak menerima uang cash ya. Setelah menyebrang saya melanjutkan kembali menggunakan Bus tiga/empat dari pelabuhan gilimanuk menuju terminal ubung. Harga busnya 50.000/orang, mungkin ini harga high seasion kali ya, karena saya berangkat pada tahun baru 2019 kemarin jadi harganya mahal atau dinaikkan. Harga biasanya itu 30.000/orang, tapi jika kamu dikasih harga diatas harga tersebut, coba ditawar saja sama calo bus nya.

Perjalanan dari Gilimanuk menuju Ubung memerlukan waktu sekitar 4-5 jam. Jadi agar sampai di bali tidak kemaleman, usahakan kamu menyebrang sekitar jam 13.00an siang saja. Karena kemarin saya menyeberang pukul 14.00, saya sampai di pelabuhan gilimanuk jam 15.00 (WIB) dan ketika menginjak pulau Bali jam berubah menjadi pukul 16.00 (WITA). Karena perjalanan yang cukup jauh dari Gilimanuk ke Ubung, saya sampai di denpasar pada pukul 20.00 malam, dan karena perut lapar langsung mencari tempat makan, beres pukul 21.00 kemudian lanjut lagi perjalanan menuju Homestay. Perjalanan dari terminal menuju homestay kami menggunakan grab car sebagai ardama transportasi.

Homestay RORI Sanur

Untuk Homestay sendiri, saya memesan di daerah Sanur yaitu RORI Homestay. Hotelnya bersih, dan Ibu yang punya nya baik sekali. Untungnya saya memesang langsung via WhastApp beliau. Harganya tetap sama walaupun liburan di High Season, saya mendapatkan harga 200.000/kamar/malam untuk kamar keluarga dengan kapasitas 3 orang tapi sebenarnya bisa muat 4 orang karena kamarnya cukup luas. Akan tetapi, saran saya usahakan untuk mencari penginapan kamu harus cari jauh-jauh hari ya agar ga kehabisan kamar. Ini kenapa saya saya memesan didaerah Sanur, bukan daerah Kuta karena kehabisan kamar juga. Untuk penginapan kamu dapat mencari di daerah jalan Popies Kuta Bali ya, karena disitu banyak sekali penginapan murah dan tempatnya strategis dengan Pantai Kuta.

Baca juga:ย  Pengalaman Liburan ke Semarang Murah 4 Hari 3 Malam

Oiya selain tiket pemberangkatan/kepulangan kereta api, membeli tiket kapal peri, dan membooking penginapan, satu hal yang harus kamu lakukan yaitu Menyewa Sepeda Motor atau Mobil. Ini jangan sampai lupa, karena mode transportasi ini yang nantinya akan kamu gunakan untuk berpergiaan ke tempat destinasi yang ada di Bali. Tapi karena kondisi di Bali itu macet, saya sarankan kamu menyewa sepeda motor saja agar lebih menghemat waktu. Tempat penyewaan motor sendiri kamu dapat mencarinya di sosial media seperti Instagram, tingal search “Rental Sepeda Motor Bali

Destinasi di Bali:

Pura Uludanu – Ubud

Destinasi pertama yang saya datangi yaitu Pura Uludanu yang ada di Ubud. Pura ini ada di daerah bali bagian Utara. Karena saya di Bali hanya satu hari untuk berwisata, saya maksimalkan untuk menikmati semua tempat wisata terkenal yang ada di Bali, salah satunya Pura Uludanu ini. Saya berangkat dari Homestay Rori sekitar jam 05.00 pagi ๐Ÿ˜€ karena untuk memaksimalkan waktu agar sampai disana masih pagi juga, dan dapat melanjutkan ke destinasi selanjutnya. Waktu tempuh dari Homestay menuju Pura Uludanu ini sekitar 2 jaman. Saya tiba pukul 07.00 Pagi itu pun di tambah berhenti di pom bensin untuk mengisi bensin dan sarapan. Sampai disana memang saya yang paling pagi ๐Ÿ˜€ sengaja biar bisa santai-santai hehehe. Untuk harga tiket masuknya kalau tidak salah 30.000/orang.

Pura Uludanu Bali
Pura Uludanu Bali

Handara Gate

Setelah puas berfoto-foto dan menikmati keindahan Pura Uludanu, selanjutnya saya melanjutkan ke Gate Handara. Gate Handara ini kebetulan rekomendasi yang saya lihat di instagram, karena tempat ini katanya instagramable. Karena tempatnya tidak jauh dari Pura Uludanu, pergilah saya ke Handara Gate ini. Untuk bisa berfoto di tempat ini, kalian harus membayar sebesar 20.000/orang ya.

Handara Gate - Bali
Handara Gate

Jam sudah menunjukkan pukul 09.00, saya dan teman-teman saya pun merasa cukup berfoto-foto di Handara Gate ini. Karena masih ada 2 tempat lagi yang akan kami datangi, kamipun pulang ke Homestay untuk berganti baju dan melanjutkan perjalanan ke Bali bagian selatan.

Baca Juga: Cerita Pengalaman Liburan Ke Pulau Tidung Tanpa Agen Travel

GWK: Garuda Wisnu Kencana

Sekitar pukul 11.00 WITA, kami berangkat dari Homestay untuk pergi ke destinasi selanjutnya yaitu GWK (Garuda Wisnu Kencana). Patung garuda yang sangat iconic yang ada di Pulau Bali ini. Perjalanan dari Homestay menuju GWK, menempuk waktu sekitar 1 jaman kurang lebih, akan tetapi karena hujan, macet, dan ditambah waktu makan siang, kami sampai di GWK sekitar pukul 13.30an. Untuk bisa masuk di GWK ini, harga tiket normal yang bisa kamu beli di loket tiket yaitu seharga 125.000/orang. Cukup mahal memang, karena ditambah dengan harga selendang. Akan tetapi jika kamu mau lebih murah, saya sarankan untuk membeli tiket GWK ini di aplikasi belanja online seperti Shopee. Saya membeli tiket GWK dan Pertunjukkan Tari Kecak di Pura Uluwatu sekaligus mendapatkan harga hanya 150.000 saja di aplikasi Shopee. Pembagiannya saya lupa, kalau tidak salah 70.000 untuk tiket GWK, 80.000 untuk tiket Pertunjukkan tari kecak di Pura Uluwatu. *Hanya saja kamu tidak mendapatkan selendang.

Garuda Wisnu Kencana
Garuda Wisnu Kencana

Tari Kecak di Pura Uluwatu

Dan selanjutnya menonton pertunjukkan Tari Kecak di Pura Uluwatu. Untuk informasi saja, tiket yang kita beli di aplikasi Shopee, itu tidak termasuk tiket masuk ke area lingkungan Pura Uluwatu. Jadi kita harus membeli tiket masuk kembali seharga 30.000 dan nantinya kamu akan diberi selendang yang menandakan kamu telah membeli tiket. Untuk menonton pertujukkan Tari Kecak ini, penukaran tiket dibuka pukul 17.00WITA, dan pertunjukkan dimulai pukul 18.00 dan berakhir pada pukul 19.00. Jadi jika kalian ingin menentukan lokasi duduk terbaik untuk melihat sunset, jangan sampai telat datangnya ya. Usahakan jam 16.30 kamu sudah berada di area Pura Uluwatu untuk penukaran tiket Pertunjukkan Tari Kecak.

Tari Kecak Pura Uluwatu Bali
Tari Kecak Pura Uluwatu Bali

Setelah menonton pertunjukkan Tari Kecak, saya dan teman-teman saya kembali menuju Homestay untuk istirahat karena jam sudah menunjukkan pukul 19.00 malam. Karena lapar, disela perjalanan kami sisipkan untuk makan terlebih dahulu. Hingga pada pukul 21.00 malam, kami sudah sampai di RORI Homestay.

Perjalanan di Bali ini, jujur saja memang sangat melelahkan karena dalam satu hari kami dapat menikmati empat tempat wisata sekaligus ๐Ÿ˜€ Maklum saja, karena harus mendatangi 2 kota, jadi kami maksimalkan tempat wisata di masing-masing kota. Terhitung dari kami sampai di Banyuwangi dan berada di Bali, kami menghabiskan waktu 3 hari 2 malam di pulau Bali ini.

Keesokannya, kami bersiap untuk liburan di Kota Banyuwangi Jawa Timur. Sebelum pulang tak lupa kami membeli oleh-oleh khas Bali terlebih dahulu. Kami membeli kue Pai susu yang memang khas dari Pulau Bali ini. Setelah membeli oleh-oleh, kami mendatangi tempat rental motor untuk mengembalikan motor dan melanjutkan ke terminal ubung dengan menggunakan grab car.

Nah, untuk cerita selanjutnya yaitu Liburan di Banyuwangi. Karena tulisannya terlalu panjang dan takutnya membosankan, saya lanjutkan di artikel selanjutnya saja. Bagaimana serunya? tunggu di artikel selanjutnya… ๐Ÿ˜€

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.